Mungkin kita sering mendengar guyonan yang merendahkan peradaban orang desa. Bahkan ada iklan yang juga mengangkat anggapan ini, salah satunya iklan yang dibintangi oleh Tukul A... "g tau interntet ya? NDESO!!!"
Tetapi ada sesuatu yang ironis di sini, ada sesuatu yang unik di kota yang menurutku tidak menunjukkan tingkat peradaban yang tinggi. Bahkan selama tinggal di desa aku tidak menemuinya.
Yang aku anggap unik itu adalah cara orang kota mengukur sesuatu, misal ketika membeli beras maka satuannya bukan kilogram (kg) tapi liter, pahal beras kan bukan benda cair. Trus ada satu lagi contoh, pas musim buah rambutan, di jalan2 banyak sekali penjual rambutan dan lucunya di gerobak-gerobak penjual buah itu bertuliskan "3 ikat cuma 10 ribu". Di kampungku aja penjual rambutan pake ukuran berat (kg) hehe.... tapi kenapa di sini (jakarta dan sekitarnya) pake ikat ya? Mungkin belum kenal sistem satuan baku dan tidak baku kali ya hehe...
Pesannya adalah: banggalah untuk bilang "aku memang orang desa", karena di kota pun tidak selalu berperadaban tinggi hehe....
Tetapi ada sesuatu yang ironis di sini, ada sesuatu yang unik di kota yang menurutku tidak menunjukkan tingkat peradaban yang tinggi. Bahkan selama tinggal di desa aku tidak menemuinya.
Yang aku anggap unik itu adalah cara orang kota mengukur sesuatu, misal ketika membeli beras maka satuannya bukan kilogram (kg) tapi liter, pahal beras kan bukan benda cair. Trus ada satu lagi contoh, pas musim buah rambutan, di jalan2 banyak sekali penjual rambutan dan lucunya di gerobak-gerobak penjual buah itu bertuliskan "3 ikat cuma 10 ribu". Di kampungku aja penjual rambutan pake ukuran berat (kg) hehe.... tapi kenapa di sini (jakarta dan sekitarnya) pake ikat ya? Mungkin belum kenal sistem satuan baku dan tidak baku kali ya hehe...
Pesannya adalah: banggalah untuk bilang "aku memang orang desa", karena di kota pun tidak selalu berperadaban tinggi hehe....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar