Sesungguhnya manusia itu dalam kerugian,
Melainkan yang beriman,
Dan yang beramal sholeh,
Dan yang saling menasehati dalam kebenaran,
Dan yang saling menasehati dalam kesabaran."
Tentang Kopi
Filosofi Kopi, ingat kata itu sobat? Yup, judul sebuah buku tulisan Dewi Lestari. Sederhana Ya?! Ringan, menarik, namun sangat mengena. Yah, karena filosofi tetaplah filosofi. Ehm, kok tiba-tiba jadi berat ya? Baca sendiri aja deh, biar lebih enak. Kan tulisan ini bukan resensi. Dan kalau ingin tau cara minum kopi yang bener, juga bukan di sini, kan ini “Sekedar..., Tentang Kopi.” Hehe...!
Tau gak sih, ada yang bilang rata-rata cara minum kopi orang Indonesia itu salah, pakai banyak gula dan minumnya langsung teguk. Yang makin parah, ditemani rokok. Kalau mulut penuh nikotin, gimana merasakan nikmatnya kopi? Yah, itu soal selera sih. Nah, boleh tanya sedikit? Jawabnya culup di dalam hati kok. Anda suka minum kopi? Apa kopi kesukaan Anda? Teman saya bilang, pribadi dan selera seseorang dapat dilihat dari selera kopinya. Betulkah? Gak tau juga sih. Dan dia bilang, dia suka kopi hitam, tanpa gula. Kenapa? Katanya,”Aku suka yang apa adanya, tanpa pemanis yang dibuat-buat. Kalaupun itu pahit, biarkan itu pahit, itulah kejujurannya, apa adanya dia.” Menurut Anda bagaimana?
Selanjutnya, ini jika Anda mau tahu tentang kopi kesukaan saya lho, gak maksa kok. Saya pribadi suka kopi hitam yang manis. Kenapa? Karena menurut saya enak, itu saja. Trus, filosofinya? Tak ada. Karena kopi hitam itu sederhana, apa adanya. Dan saya lebih suka yang manis daripada yang pahit. Kalau bisa manis kenapa pahit? Kalau bisa menyenangkan kenapa mengecewakan? Itu saja. Tetap sederhana, namun manis dan menyenangkan.
Yah, berat lagi deh. Sedikit terpaksa, hehe...! Gak apa-apa kan? gak seberapa kok. Tapi tenang saja, cukup sekian kok tulisan kali ini. Tentang selera kopi Anda, saya tidak akan mencampuri. Itu murni selera Anda, pun jika Anda tak punya filosofinya. Gak perlu memaksakan diri kok. Karena Anda adalah diri anda sendiri. Setiap orang menjadi spesial karena dia adalah dia, bukan orang lain.
Sedikit curi kata-kata indah ni,”Sesempurna apapun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” Benar gak sih? Lagi-lagi terserah Anda ;-b Mau gimana lagi, biar gak terkesan menggurui sih.
Thanx alot tlah meluangkan waktu tuk membaca.